Thursday, October 11, 2012

Homonim, Homofon, Homograf, hiponim, sinonim dan antonim


Homonim
Homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya dengan kata yang lain tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berbeda .
Contoh pasangan kata yang termasuk homonim:
a.
bisa
: dapat
bisa
: racun
b.
buku
: ruas
buku
: kitab
c.
salak
: nama buah
salak
: bunyi gonggongan anjing
c.
bulan
: waktu 30 hari
bulan
: nama satelit bumi
d.
genting
: gawat
genting
: benda penutup atap rumah
e.
malam
: nama waktu lawannya siang
malam
: nama zat bahan membatik

Homograf
Homograf adalah kata  yang sama ejaannya dengan kata yang lain tertapi beda lafal dan maknanya.
Contoh kata-kata yang termasuk homograf:
a.
apel (lafal e seperti pada teh)
: upacara
apel (lafal e seperti pada teman)
: nama buah
b.
seminar (lafal e seperti  pada teman)
: bersinar-sinar
seminar (lafal e seperti pada sate)
: pertemuan ilmiah

c.
teras (kayu) lafal e seperti pada tebu)
: inti kayu
teras (rumah) lafal e seperti pada sate
: bagian depan rumah   (beranda)
Homofon
Kata yang sama lafalnya dengan kata lain tetapi beda ejaan dan maknanya.
Contoh kata-kata yang termasuk homofon:
a.
sangsi
: ragu-ragu
sanksi
: hukuman
b.
bank
: tempat menanbung

c.
bang
hak

: panggilan untuk orang laki-laki
: hak (sepatu)
: hak (asasi)












HOMONIM
adalah : ejaan dan lafal sama, makna berbeda karena berasal dari sumber yang berbeda.

contoh :
1. a. Malam nanti ada pertunjukan drama remaja (waktu sesudah matahari terbenam)
    b. Ibu membatik dengan malam (lilin untuk membatik)

2. a. Anak itu bisa membaca, tetapi tidak bisa menulis (mampu melakukan sesuatu)
    b. Ular piton itu memliki bisa yang berbahaya (zat racun yang berbahaya)

3. a. Ibu menghadiahkan adikku sebuah jangka (alat untuk membuat bulatan)
    b. Pekerjaan itu harus selesai dalam jangka tiga bulan (ukuran waktu tertentu)

HOMOGRAF
adalah : ejaan sama, lafal berbeda, dan maknanya berbeda.

contoh :
1. a. Pertandingan tinju itu hanya berlangsung 3 ronde (babak)
    b. Minumlah ronde ini agar perutmu hangat (sejenis minuman)

2. a. Ayah membeli buah apel di swalayan (buah, makanan)
    b. Para polisi sedang apel bersama dengan bapak walikota (upacara)

3. a. Pembangunan mental itu perlu diperhatikan dalam pembangunan fisik seseorang (berhubungan dengan kejiwaan)
    b. Bola yang di lempar itu mental ke luar lapangan (terlempar kembali, berbalik arah)

HOMOFON
adalah : sama lafalnya, ejaan berbeda, dan maknanya berbeda

contoh :
1. a. Paku itu dicabut dengan menggunakan tang (alat untuk mencabut benda yang tertancap)
    b. Tank merupakan kendaraan perang yang diciptakan untuk melalui medan yang terjal (mobil berlapis baja dan dijalankan dengan roda berkulit ulat)

2. a. Bang Ali besok sudah pulang dari rumah sakit (kakak laki-laki)
    b. Saya menabung di bank BRI (lembaga keuangan)

3. a. Dito sangat menyukai musik rock (aliran musik, jenis musik)
    b. Ibu membelikanku rok yang aku suka (baju perempuan bagian bawah)















Homonim 
kata yang sama lafal dan ejaannya dengan kata yang lain tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berbeda .
Contoh pasangan kata yang termasuk homonim:
a.
bisa
: dapat
bisa
: racun
b.
buku
: ruas
buku
: kitab
c.
salak
: nama buah
salak
: bunyi gonggongan anjing
c.
bulan
: waktu 30 hari
bulan
: nama satelit bumi
d.
genting
: gawat
genting
: benda penutup atap rumah
e.
malam
: nama waktu lawannya siang
malam
: nama zat bahan membatik

Homograf
 kata  yang sama ejaannya dengan kata yang lain tertapi beda lafal dan maknanya.
Contoh kata-kata yang termasuk homograf:
a.
apel (lafal e seperti pada teh)
: upacara
apel (lafal e seperti pada teman)
: nama buah
b.
seminar (lafal e seperti  pada teman)
: bersinar-sinar
seminar (lafal e seperti pada sate)
: pertemuan ilmiah

c.
teras (kayu) lafal e seperti pada tebu)
: inti kayu
teras (rumah) lafal e seperti pada sate
: bagian depan rumah   (beranda)
Homofon
Kata yang sama lafalnya dengan kata lain tetapi beda ejaan dan maknanya.
Contoh kata-kata yang termasuk homofon:
a.
sangsi
: ragu-ragu
sanksi
: hukuman
b.
bank
: tempat menanbung
  c.
bang hak
hak
: panggilan untuk orang laki-laki : hak (sepatu)
: hak (asasi)





 Kata Bersinonim, Berantonim, Berhomonim,
Berhomograf, Berhomofon, Berhiponim, dan Berpolisemi

a. Kata yang Bersinonim
Suatu kata yang mempunyai makna yang sama dan dapat saling menggantikan
disebut dengan sinonim.
Contoh: benar = betul
Contoh dalam kalimat:
- Jawaban Anda benar.
- Jawaban Anda betul.
Kadang ada juga kata-kata yang awalnya bermakna sama, tetapi kemudian
menjadi berbeda makna karena pengaruh makna konotasi yang terkandung
dalam kata itu. Contoh: kata buruh, pegawai, karyawan. Kata-kata jenis ini
termasuk kata bersinonim yang bernuansa.

b. Kata yang Berantonim
Antonim maksudnya adalah kata yang berbeda atau berlawanan
maknanya. Jenis-jenis kata antonim ini dapat dibedakan menjadi berikut
ini.
1) Antonim kembar, yaitu antonim yang melibatkan pertentangan antara
dua kata.
Contoh: hidup >< mati

2) Antonim majemuk, yaitu antonim yang melibatkan pertentangan antara
banyak kata.
Contoh: - Sepatu itu tidak merah.
Oleh karenanya, kalimat itu mencakup pengertian bahwa sepatu itu
putih, sepatu itu cokelat, dan sebagainya.

3) Antonim gradual, yaitu pertentangan dua kata dengan melibatkan
beberapa tingkatan. Contoh: - Rumah itu sederhana.
Contoh kalimat di atas bisa bermakna: tidak mewah dan sangat
sederhana.

4) Antonim hierarkis, yaitu pertentangan antara kata-kata yang maknanya
berada dalam posisi bertingkat.
Contoh: Januari-Februari-Maret, April, dan sebagainya.

5) Antonim relasional, yaitu pertentangan antara dua buah kata yang
kehadirannya saling berhubungan.
Contoh: suami-istri


c. Kata Berhomonim
Kata- kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna
yang berbeda disebut dengan kata berhomonim.
Contoh: - kata genting
Contoh dalam kalimat:
- Karena terjadi kerusuhan, Kota Ambon dalam keadaan genting. (gawat)
- Ayah sedang memperbaiki genting yang bocor. (atap)

d. Kata yang Berhomograf
Kata-kata yang tulisannya sama tetapi pelafalan dan maknanya berbeda
sering dikatakan sebagai kata yang berhomograf.
Contoh: kata apel
Contoh dalam kalimat:
- Adik suka makan buah apel.
- Karyawan itu wajib mengikuti apel pagi.

e. Kata yang Berhomofon
Kata-kata yang cara pelafalannya sama tetapi penulisan dan maknanya
berbeda sering disebut dengan homofon.
Contoh: kata bang
Contoh dalam kalimat:
- Bang Yogi naik sepeda motor.
- Ayah pergi ke bank untuk menyetor tabungan.

f. Kata yang Berhiponim
Kata-kata yang mempunyai hubungan antara makna spesifik dan makna
generik.
Contoh:
- ayam, kucing, kelinci, kuda merupakan hiponim dari hewan
- melati, mawar, anggrek, kenanga merupakan hiponim dari bunga

g. Kata yang Berpolisemi
Dalam bahasa Indonesia, sering dijumpai kata-kata yang menanggung
beban makna yang begitu banyak. Inilah yang disebut polisemi. Misalnya,
kata kepala.
Dari kata kepala ini dapat dijabarkan menjadi berikut ini.
1) Bagian atas suatu benda, contoh: kepala surat.
2) Sebagai kiasan atau ungkapan, contoh: kepala batu.
3) Berarti pemimpin, contoh: kepala negara.












Homonim berasal dari kata homo berarti sama dan nym berarti nama. Berarti homonim adalah kata yang penamaan dan pengucapannya sama tetapi artinya berbeda.
Contoh:
* Saya bisa membeli rumah. (bisa berarti dapat dan bermakna denotasi)
* Pamanku terkena bisa ular yang mematikan. (bisa artinya racun makna denotasi)

Contoh lainnya yang bersifat homonim :
* rapat (berdempet-dempetan) – rapat (meeting)
* beruang (hewan) – beruang (punya uang)


Homofon terdiri atas kata homo yang berarti sama dan foni (phone) berarti bunyi atau suara. Berarti homofon adalah kata yang diucapkan sama tetapi berbeda dari segi maksud dan juga tulisan.
Perkataan-perkataan yang homofon mungkin dieja dengan serupa atau berbeda, contoh :
* Massa telah berkumpul di depan Istana Negara. (massa/masyarakat)
* Hidupnya senang sepanjang masa. ( masa/waktu)
Perkataan-perkataan diatas adalah serupa dari segi sebutan tetapi mempunyai arti yang berbeda, atau merujuk kepada perkara yang tidak sama. Homofon merupakan sejenis homonim, meskipun kadang-kala homonim digunakan untuk merujuk hanya kepada homofon yang mempunyai ejaan yang sama tetapi arti yang berlainan. Istilah ini juga digunakan untuk unit-unit yang lebih singkat daripada perkataan, seperti huruf atau beberapa huruf yang disebut sama dengan huruf lain atau kumpulan huruf yang lain. Homofon adalah istilah yang berlawanan dengan homograf.


Homograf terdiri atas kata homo berarti sama dan graf (graph) berarti tulisan. Jadi homograf adalah kata yg sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya. Contoh homograf antara lain adalah :
* Buah apel ini enak sekali. (apel maksudnya buah)
* Anak-anak telah apel di lapangan tadi pagi. (apel maksudnya kumpul)


Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Contoh :
* Husni mempunyai hubungan darah dengan Hasan.
* Tubuhnya berlumuran darah akibat terjatuh dari sepeda motor.

Perhatikan kata darah pada kalimat pertama yang berarti keluarga (makna konotasi), sedangkan darah pada kalimat kedua berarti zat merah dalam tubuh kita (makna denotasi).


Antonim (dari bahasa Yunani anti ("lawan") dan onoma ("nama") adalah sebuah istilah linguistic
yang merujuk pada pasangan kata yang berlawanan artinya (lawan kata). Contoh :
* panas x dingin.
* gelap x terang

Jenis-Jenis Antonim :
A. Antonim Kembar
B. Antonim Majemuk
C. Antonim Gradual

A) Antonim Kembar, Kata-kata yang berlawanan makna, terbatas hanya dua unsur saja.
Contoh :
- perjaka x gadis
- jantan x betina
- jauh x dekat

B) Antonim Majemuk, Perlawan makna dengan beberapa kata.
Contoh :
- merah x tidak merah ( seperti : putih, hijau, biru )

C) Antonim Gradual, Perlawanan dengan tingkatan makna.
Contoh :
- gemuk x agak gemuk
- gemuk x kurang gemuk
- gemuk x tidak gemuk


Sinonim berasal dari bahasa Yunani Kuno “Syn” > berarti dengan dan “Onoma” > berarti nama. Jadi sinonim adalah kata yang berbeda namun memiliki arti yang mirip atau sama. Dalam kalimat tertentu, suatu kata mungkin dapat digunakan, tetapi dalam kalimat lain tidak dapat .
Contoh-comtoh sinonim :

* Pengalamannya sangat...
a.Pahit
b.Getir
* Obat itu sangat...
a.Pahit
b.Getir
< Pada kalimat pertama kata pahit dan getir dapat dipertukarkan, sedangkan pada kalimat kedua tidak dapat dipertukarkan >

* binatang = fauna
* bohong = dusta
* haus = dahaga
* pakaian = baju
* bertemu = berjumpa

2 comments:

  1. terima kasih untuk perkongsian ini... mohon kongsi ya..

    ReplyDelete
  2. iya, terimakasih telah berkunjung :)

    ReplyDelete