Thursday, May 23, 2013

50 website Indonesia


Nih buat kalian yang nyari tugas 50 website Indonesia, cekidot...

Untuk Olah Raga :
o    www.PSSI.com
o    www.NBA.com
o    www.badminton-information.com

Untuk Majalah :
o    www.mediasedunia.tripod.com
o    www.majalah.pengusahamuslim.com
o    www.gadis.com

Untuk Koran :
o    www.jawapos.co.id
o    www.surya.co.id
o    www.malang-post.com

untuk Radio :
o    www.radiojatim.or.id
o    www.93elfarafm.com
o    www.rri-malang.com/

Untuk Referensi :

Untuk Pendidikan :
o    www.depdiknas.go.id
o    www.penapendidikan.com
o    http://www.unri.ac.id/ (UNIVERSITAS RIAU – PEKANBARU)
o    http://www.polnep.ac.id/ (POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK – PONTIANAK)

Untuk Hotel:
o    www.yogyes.com/id/yogyakarta-hotel/star/
o    www.thegrandpalacehotelmalang.com
o    www.kutaparadisohotel.com/

Untuk Pemerintah :
o    www.jakarta.go.id/
o    www.pemda-diy.go.id/
o    id.wikipedia.org/wiki/

Untuk Bisnis Ekonomi&Umum:
o    www.wartaekonomi.co.id/
o    www.businessenvironment.wordpress.com/
o    www.bankekonomi.co.id
o    www.kpu.go.id/

Untuk Hiburan :
o    www.nyamuk.com/
o    www.budiey.com
o    www.youtube.com

Untuk Komputer dan Intrnet :
o    www.tentang-komputer-internet.co.cc
o    ilmukomputer.org/category

What The... (Isi Sendiri) Part II


What The... (Isi Sendiri) Part II
20-05-2013 s/d 21-05-2013
Kali ini gue mau cerita dua hari sekaligus. Ya hari senin (dooong ah) dan hari selasa.
Senin pagi dimana gue lagi-lagi males buat bangun pagi padahal jam sudah menandakan pukul 5:45 dan gue masih santai merem melek di tempat tidur gue, dan sehabis take a bath biasa gue gak lupa buat check in foursquare di sekolah gue (ya walaupun belum berangkat tapi gue tulis “otw”) *biasa biar dapet mayor HAHA*. Oke lanjut, sehabis itu gue sarapan dan otw ke sekolah. Dijalan gue gak henti berdoa biar gak telat, yah tapi apa dikata.... (simak cerita dibawah)
Beberapa meter deket gerbang sekolah gue pun masih berdoa biar gak telat. Pas gue ngintip di tukang mie ayam samping sekolah ternyata semua udah pada baris dan upacara mau di mulai (mampus gue gak mau nulis karangan kaya kemaren lagi, cukup satu kali aja) *kapok ceritanya*
Gue pun masuk lewat gerbang sekolah *ya iyalah -_-* dan ternyata gak boleh parkir di tempat parkir normal biasanya, yaudah gue ikutin aja tuh instruktur dari guru piket yang ngatur anak-anak telat. Gue pun langsung ngambil topi dan baris di barisan paling belakang kelas gue. Mana pas pembina lagi ngasih amanat tentang kebangkitan nasional, ada guru yang nanya ke gue “hayo itu apa namanya?” ya gue yang lagi bengong pada saat itu pun langsung nengok ke belakang “eh ada guru, gue kira gak nanya ke gue *dalam hati*” ya ekspresi gue Cuma senyum senyum gaje sebagaimana Erik senyum -____________-
Upacara selesai.. jantung gue berdebar kencang. Saking takutnya gue disuruh bikin karangan lagi, tapi dengan keajaiban dan kekuasaan Allah SWT (yaampun lebay) dan gue gak kena hukum dan gak nulis karangan lagi. (yes, lega)
Hari selasa pagi dimana rutinitas gue check-in di foursquare dan pada hari ini gue gak check-in soalnya udah mepet jam ½ 7. Gue pun langsung berangkat sekolah. Hari selasa hhh rasanya tuh...(isi sendiri).
Sesampai disekolah gue takut telat dan takut di suruh bikin karangan atau suruh nulis 2 lembar kertas. Gak akan terjadi yang ke-3 kalinya dong haha J ya untungnya aja gak kena hukum ya. Masuk kelas tuh ya dan bener ternyata udah ada guru biologi, gue pun langsung mengetuk pintu (gatau kedengeran apa engga) udah tuh gue masuk dan salim ke guru biologi.
Selesai pelajaran biologi ............(free)...........
Pelajaran ke-3 Matematika dimana pelajaran yang sangat berat jantung gue berdebar kencang, gemeter, takut dan nano nano rasanya. Huh pfft.
Di selasa pagi sih gue masih moodbooster tapi di siang hari gue udah gak mood sama sekali ya entah kenapa hanya gue yang tahu. Mana hari ini test speaking IEC -___-
Udah ah udah unmood udah dulu cerita What The part II.

Tuesday, May 14, 2013

Apa itu CSR? Apakah semua kegiatan diatasi oleh CSR? Pengertian CSR


APA ITU CSR? PENGERTIAN CSR Corporate Social Responsibilty
Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. COntoh bentuk tanggungjawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.
Seberapa jauhkah CSR berdampak positif bagi masyarakat ?
CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat; ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah. Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan kemampuan organisasi. Untuk Indonesia, bisa dibayangkan, pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di tengah situasi hukum dan politik saat ini. Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR (Corporate Social Responsibilty). Pemerintah bisa menetapkan bidang-bidang penanganan yang menjadi fokus, dengan masukan pihak yang kompeten. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi, mendukung, dan memberi penghargaan pada kalangan bisnis yang mau terlibat dalam upaya besar ini. Pemerintah juga dapat mengawasi proses interaksi antara pelaku bisnis dan kelompok-kelompok lain agar terjadi proses interaksi yang lebih adil dan menghindarkan proses manipulasi atau pengancaman satu pihak terhadap yang lain.
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggung jawab sosial perusahaan yang sekaligus dapat dinilai sebagai keunggulan kompetitif dalam meningkatkan citra positif perusahaan. Melalui kegiatan CSR , perusahaan dapat berpartisipasi secara aktif dalam memberikan solusi terhadap permasalahan sosial seperti kemiskinan, pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Sedemikian pentingnya makna CSR bagi perusahaan, Infomedia sebagai perusahaan yang fokus dalam bisnis penyediaan layanan informasi dan komunikasi berkomitmen untuk menjadi mitra lingkungan yang baik dan menjunjung nilai moral melalui pelaksanaan kegiatan CSR dalam berbagai aspek.
Komitmen Infomedia kepada masyarakat, yaitu menjadi mitra lingkungan yang baik dan menjunjung nilai moral diwujudkan melalui penyusunan konsep corporate social responsibility Infomedia, yaitu "I-CARE" Infomedia Corporate Action for Recovery and Empowerment. I-CARE akan menjadi umbrella brand bagi Infomedia untuk semua aktifitas sosial perusahaan, agar dapat dikelola secara lebih terarah dan terukur sebagai bagian dari pelaksanaan good corporate governance maupun sebagai investasi sosial dalam corporate philanthropic bagi masyarakat.
Pada tahun 2011 ini, kegiatan tanggungjawab sosial perusahaan semakin diupayakan untuk lebih terarah dan fokus pada pengembangan masyarakat yang berkelanjutan melalui konsep I-CARE, yaitu :
I-CARE (Infomedia Corporate Action for Recovery and Empowerment), merupakan kegiatan tanggung jawab perusahaan bagi pemulihan dan pemberdayaan sosial yang dikembangkan untuk melanjutkan komitmen perusahaan terhadap kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat secara konsisten dan berkelanjutan.
Corporate Action
I-CARE adalah brand kegiatan korporat Infomedia yang menjadi fokus tata kelola seluruh kegiatan sosialnya, baik yang dilaksanakan oleh sumber daya perusahaan maupun secara bersama - sama dengan pihak lain, seperti Telkom Group, perusahaan lain dan masyarakat dalam lingkup pelaksanaan tanggungjawab sosial perusahaan.
Recovery and Empowerment
Program I-CARE akan memprioritaskan pada kegiatan-kegiatan sosial yang berdampak pada pemulihan kemampuan sosial (recovery) maupun pemberdayaan dan pengembangan kompetensi masyarakat (empowerment). Dari sisi pemulihan kemampuan sosial, kegiatan yang akan disasar adalah dukungan perusahaan yang berdampak langsung pada penguatan kemampuan suatu komunitas sosial dalam kehidupan yang mandiri. Di sisi pengembangan kompetensi masyarakat, prioritasnya adalah pemberdayaan kewirausahaan hingga bantuan pendanaan bagi komunitas yang membutuhkan untuk lebih maju secara berkelanjutan














ISO 26000 menyadarkan kita bahwa fokus dari kegiatan tanggung jawab sosial tidak hanya untuk pemangku kepentingan eksternal, tetapi juga untuk pemangku kepentingan internal organisasi.
Fokus kegiatan tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) selayaknya tidak hanya untuk pemangku kepentingan di luar organisasi, tetapi juga untuk pemangku kepentingan di dalam organisasi. Banyak pemimpin perusahaan jika diperkenalkan dengan topik mengenai fokus internal ini mempertanyakan: bukankah pemangku kepentingan di dalam organisasi sudah ditangani oleh bidang sumber daya manusia (SDM)? Jika akhirnya mereka bersikeras CSR hanya berfokus pada kondisi di luar perusahaan atau organisasi, artinya tanggung jawab sosial perusahaan tersebut tidak mungkin akan menjadi tanggung jawab sosial yang bersifat holistik.
Menurut ISO 26000 terdapat dua hal utama untuk melakukan CSR holistik, yakni mengikutsertakan dan menyadari keterkaitan antara ketujuh area tanggung jawab sosial. Ketujuh area CSR tersebut adalah Tata Kelola, Hak Asasi Manusia (HAM), Praktik Ketenagakerjaan, Lingkungan, Praktik Bisnis yang Adil, Isu Konsumen, serta Pengembangan dan Pelibatan Komunitas.
Jika kita cermati, area tanggung jawab sosial holistik mencakup sepanjang rantai nilai perusahaan, mulai dari pemasok, proses produksi, pemasaran, sampai tanggung jawab atas limbah yang dihasilkan. Selain itu, organisasi juga harus memperhitungkan ketergantungan antarketujuh area tersebut. Misalnya, isu hak dan prinsip fundamental pekerja pada area HAM akan berkaitan/tergantung pada isu kesehatan dan keselamatan kerja yang merupakan bagian dari area ketenagakerjaan.
Integrasi dalam organisasi berarti memasukkan area tersebut ke dalam strategi tanggung jawab sosial atau social responsibility (SR), rencana tindakan (action plan), dan komunikasi di mana kegiatan tanggung jawab sosial harus disesuaikan dengan konteks organisasi. Misalnya, jenis organisasi, tujuan yang akan dicapai, jenis kegiatan bisnis, dan skala organisasi.
Konteks Indonesia
Di Indonesia, peraturan-peraturan mengenai CSR yang dikeluarkan pemerintah daerah (pemda) hanya menekankan pada kegiatan filantrofi, jadi tidak holistik. Ini karena pemahaman pemerintah pusat dan daerah sangat sempit. Mereka memahami CSR sebatas sebagai kegiatan filantrofi yang hanya terfokus untuk pihak di luar perusahaan. Dengan demikian tidak mengherankan bila perusahaan hanya fokus pada hal-hal yang diatur tersebut dan kurang menghiraukan kondisi di dalam maupun pemangku kepentingan dalam perusahaan.
Contohnya adalah pemanfaatan dana CSR untuk pembangunan di daerah, yang mencakup, antara lain pendidikan komunitas lokal, kesejahteraan sosial, kemitraan usaha kecil menengah (UKM), dan infrastruktur, yang tercantum dalam peraturan. Peraturan tersebut terdiri dari Peraturan Gubernur Jawa Barat No 30 Tahun 2011 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan di Jawa Barat; Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No 4 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Peraturan Gubernur Lampung No 30 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan CSR/PKBL di Provinsi Lampung; Peraturan Wali Kota Cilegon No 3 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Cilegon Corporate Social Responsibility (CCSR) di Kota Cilegon; dan Keputusan Bupati Jombang No 188.4.45/29/415.10.10/2011 tentang Tim Koordinasi Perencanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Program PKBL-CSR di Kabupaten Jombang.
Peraturan dari pemerintah pusat, khususnya PP No 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, di antaranya menekankan pada tiga hal utama, yakni mewajibkan adanya perencanaan CSR, adanya alokasi dana, dan pelaporan kegiatan CSR serta pertanggungjawabannya pada rapat umum pemegang saham (RUPS).
Jadi, mulai dari pemerintah pusat sampai dengan daerah, presiden, gubernur, wali kota, dan bupati membuat aturan-aturan CSR. Aturan ini berbeda-beda di setiap daerah, jadi beda daerah beda aturan. Hal ini yang perlu diperhatikan perusahaan, yang tentunya bakal menambah sakit kepala tim CSR.
Siklus Hidup CSR
Untuk mengurangi kepusingan para anggota tim CSR, perusahaan dapat menggunakan ISO 26000 sebagai pedoman perencanaan CSR. Selain itu, penulis bersama dengan Tony Simmonds, ahli manajemen proyek dan risiko, telah merumuskan suatu diagram yang dapat digunakan oleh perusahaan maupun organisasi untuk merencanakan CSR.
Di bawah ini ada diagram yang kami sebut sebagai “Siklus Hidup” CSR, mulai dari “kelahiran” sampai dengan “penyelesaian”, yang kami sebut sebagai “Radyati-Simmonds” CSR Life Cycle atau Siklus Hidup CSR “Radyati-Simmonds”. (Catatan: diagram tidak dapat ditampilkan pada edisi elektronik ini karena masalah teknis)
Perusahaan/organisasi pertama kali harus menentukan kebijakan CSR yang akan dilakukan sesuai dengan konteks organisasi sebelum melaksanakan langkah-langkah dalam diagram Radyati-Simmonds tersebut.
Langkah pertama adalah identifikasi dan due diligence. Hal ini sesuai dengan ISO 26000, di mana pada tahap ini komite/tim CSR mengkaji semua kegiatan dan keputusan yang diambil perusahaan serta dampak negatif yang aktual dan potensial dihasilkan kedua hal tersebut. Dampak negatif yang harus diidentifikasi adalah pada aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi, serta organisasi harus merumuskan tindakan untuk menghindari dan mengurangi dampak tersebut.
Desain yang Sesuai
Langkah kedua, tim CSR harus mendesain praktik CSR (proyek/program/kegiatan) yang sesuai dengan hasil dari langkah pertama. Jadi, desain dapat berupa suatu proposal yang terintegrasi yang disepakati bersama pihak-pihak yang berkaitan, misalnya divisi SDM, keuangan, akuntansi, dan operasional.
Setelah merumuskan desain CSR, tim dapat melanjutkan dengan perencanaan pelaksanaan dan risikonya. Misalnya pada tahap awal program CSR, perusahaan melakukan pemetaan sosial dengan melibatkan konsultan dan menggunakan kendaraan perusahaan. Ternyata, pengemudi lengah dan menabrak pengendara bermotor di suatu desa. Maka dapat timbul risiko yang sangat besar. Misalkan, penduduk marah dan membakar kendaraan, kemudian menuntut perusahaan menunjang biaya kesehatan dan perawatan korban seumur hidupnya.
Biaya yang ditimbulkan oleh risiko dapat jauh lebih besar dari biaya pemetaan sosial. Jadi, risiko perlu diidentifikasi dan strategi untuk mengurangi atau mengelolanya perlu diupayakan. Setelah perencanaan selesai, berikutnya adalah tahap pelaksanaan, monitor, dan kontrol. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan pelaksanaan telah sesuai dengan perencanaan.
Mengukur Dampak
Berikutnya adalah serah terima. Tahap ini boleh dilaksanakan, boleh juga tidak, tergantung jenis kegiatan CSR-nya. Misalnya, jika kegiatan CSR adalah pembangungan tempat ibadah maka perlu serah terima kepada komunitas. Jika programnya adalah pelatihan CSR untuk karyawan, hal ini tidak perlu dilakukan.
Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi dan mengukur dampak CSR untuk para penerima manfaat (komunitas, pemerintah, karyawan, dll.) serta untuk perusahaan sendiri. Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar manfaat kegiatan CSR untuk perusahaan, yang disebut dengan CSR strategis, karena jika kurang bermanfaat maka program tidak usah diulang lagi.
Pemeliharaan dan keberlanjutan adalah tahap sangat penting untuk mewujudkan keberlanjutan CSR yang memberikan dampak signifikan. Misalnya, melalui pendampingan, pemeliharaan hubungan dengan penerima manfaat, dll.
Pelaporan dan komunikasi CSR penting, untuk membuat para pemangku kepentingan yang relevan menghargai upaya perusahaan dan pada akhirnya dapat meningkatkan citra perusahaan.
Tahap terakhir adalah finalisasi. Keterlibatan perusahaan/organisasi dalam suatu program tidak bisa seumur hidup, jadi harus ada akhirnya. Artinya, penerima manfaat harus mampu memelihara sendiri program yang telah diberikan. Sementara itu, secara internal, pertanggungjawaban program harus diselesaikan.


Sunday, May 12, 2013

What The... (Isi Sendiri)


13-Mei-13
Cerita ini berawal dari gue bangun tidur di senin pagi, dimana semalam itu sangat sangat melelahkan karena gue baru pulang dari acara pernikahan saudara gue di Tangerang (bisa dibayangkan kan betapa jauhnya cikarang ke tangerang?)
Dan tanpa berfikir panjang gue langsung bangkit dari tempat tidur gue ya walaupun masih setengah ngantuk dan itu rasanya.......(Isi sendiri kaya di twitter twitter haha)

Jam 5:45 ya pada saat itu gue baru bangun dan belum sepenuhnya melek, gue langsung ambil air wudhu untuk shalat subuh dan gue harus khusu ya walaupun dalam keadaan ngantuk. (mungkin bagi kalian jam sigini itu sudah sangat siang). Dan sehabis itu gue langsung ngambil handuk untuk mandi tentunya -_-
Sehabis mandi ya tentu gue ganti baju seragam sekolah yang mana pada hari itu hari senin yang harus memakai perlengkapan yang sangat ribet seperti halnya harus memasang dasi di jam 6:30 ya tentu itu bukan waktu yang cukup untuk memakai dasi dengan santai, ya gue langsung memakainya dengan terburu – buru.
Jam 6:35, gue baru mau sarapan pagi, untungnya nyokap gue udah masak (nah kalau engga? Gatau deh apa yang terjadi, mungkin gue udah kelaperan ya disekolah), dengan santainya gue menikmati masakan nyokap yang sangat enak itu (menurut anaknya sih begitu pasti ya) tanpa gue sadari udah mau jam 7 *shocked*
Jam 6:45, gue baru pake kaos kaki dan sepatu dimana pada saat itu motor gue belum di panasin (dikira air di panasin -___-) dan 5 menit kemudian ya tepatnya jam 6:50 gue baru berangkat sekolah.

Nah diperjalanan yang pada saat itu gue udah sadar sepenuhnya (gak ngantuk lagi) dalam keadaan terburu-buru tentu saja pasti ngebut ya yang biasanya dijalanan sempit dan jelek gue Cuma 20km/h dan pada saat itu gue sampe 40km/h. Dan pada jalanan halus gue bisa nyampe 60km/h lebih.


Sesampai disekolah (gak tau jam berapa) dan firasat gue bener upacara sudah dimulai dan gue digiring (jangan giring deh ya bahasanya itu mah buat hewan, di arahkan) oleh pak Dewa untuk meminggirkan motor gue di depan pos security (udah tuh gue taro, lepas helm segala macem) dan gue langsung baris di barisan baru (soalnya disuruh guru itu buat bikin barisan baru), “Yah kunci gue ketinggalan di motor *panik* “ (dan terjadi percakapan dengan salah satu temen kelas gue yang dimana dia juga telat) “Ambil aja, deket ini disamping” katanya. “Ah nanti aja lah” jawab gue. “Emang aman?” tanya temen gue. “ya gak tau” respon gue. (hening)... *soalnya upacara sedang dimulai*
Sehabis upacara gerombolan yang telat langsung di arahkan oleh guru (anaknya kepala sekolah -_-) untuk membuat karangan, yang dimana pada saat itu bertema “Dampak Iklim Terhadap Kesehatan” DUA LEMBAR. mampus gue anak ipa disuruh ngarang iklim begituan, dan gue pun tanpa berfikir panjang gue langsung menuangkan inspirasi yang ada di kepala gue kedalam selembar kertas itu. Gatau bener apa salah yang penting gue ngerjain tuh. Dan fikiran guepun mentok di tengah kertas yang gue tulis itu. Yaudah gue sambung sambungin aja sama banjir, longsor dan semacamnya -_-

Setelah menulis karangan gue yang sangat imajinatif itu gue dan satu temen gue itu masuk kedalam kelas kita yang berada diatas, kita menaiki 2 anak tangga sekaligus saking telatnya mungkin ya.
Dan dikelas langsung di suguhkan dengan pelajaran bahasa Inggris yang sangat membosankan sekali *karena materi sudah hampir habis*

Ya begitulah cerita gue pagi ini..